Selasa, 10 Februari 2009

Ulama dan Penguasa

Ulama dan Penguasa
Bila kamu melihat seorang ulama bergaul erat dengan penguasa, maka ketahuilah bahwa dia seorang pencuri”. ( HR. Adailami )
Salah satu ciri ulama yang berkepribadian adalah bahwa mereka senantiasa berada dalam kehidupan masyarakat luas tanpa memandang masyarakat miskin, kaya, beradab, serta di semua tingkatan masyarakat. Hal ini terkait dengan peran seorang ulama sebagai panutan dari semua kalangan masyarakat.
Apabila seorang ulama tidak mampu menempatkan dirinya dalam masyarakat maka dapat dipastikan bahwa yang bersangkutan tidak mempunyai kepribadian dan suri tauladan.
Dari kehidupan sehari- hari di masyarakat dan bangsa ini bahwa ada sebagian ulama yang memanfaatkan kedekatannya dengan seorang penguasa yakni untuk mendapatkan keuntungan- keuntungan yang bersifat individual. Nabi Muhammad mengatakan hal ini bahwa seorang ulama yang bergaul erat denganseorang penguasa maka ia adalah seorang pencuri.

Sedekah

Sedekah
Apabila kamu diberi sesuatu tanpa meminta, maka pergunakanlah dan sedekahkanlah sebagiannya. ( HR. Muslim )

Kenyang di Dunia

Kenyang di Dunia
Orang yang paling kenyang makan didunia akan menjadi paling lapar pada hari kiamat.
( HR. Al Hakim )

Cinta Harta

Cinta Harta dan Kedudukan
Cinta yang amat sangat terhadap harta dan kedudukan dapat mengikis agama seseorang.
( HD. Aththusi )

Kajian :
Mengikis agama seseorang disini diartikan bahwa kecintaan yang amat sangat terhadap harta maupun kedudukan/ pangkat dapat mempengaruhi dan mengurangi kadar keimanan seseorang. Didalam arti yang luas keimanan seseorang meliputi :
1. Ketaatan didalam menjalankan perintah- perintah agama.
2. Ketaatan didalam menjauhi larangan- larangan agama.
3. Ketaatan didalam menjalankan Sunah Rasul.
4. Ketaatan didalam menajalankan norma-norma bermasyarakat sesuai tuntunan agama.
5. Dan beberapa kadar keimanan yang lain.

Ketajaman Mata

Ketajaman Mata
Pengaruh ketajaman mata adalah hak. Bila ada sesuatu yang mendahului takdir, maka itu adalah ketajaman mata. ( HR. Muslim )

Bayi Suci

Bayi Suci
Tiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci. Ayah dan ibunya lah kelak yang akan menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi. ( HR. Al. Bukhari )

Amanat

Amanat dan Khianat
Tunaikanlah amanat terhadap orang yang mengamanatimu dan janganlah berkhianat terhadap orang yang mengkhianatimu. ( HR. Ahmad dan Abu Dawud )

Jujur dalam ilmu

Jujur dalam Ilmu
Saling berlakulah jujur dalam ilmu dan jangan saling merahasiakan. Sesungguhnya berkhianat dalam ilmu lebih berat hukumannya daripada berkhianat dalam harta. ( HR. Abu Maim )