Ulama dan Penguasa
Bila kamu melihat seorang ulama bergaul erat dengan penguasa, maka ketahuilah bahwa dia seorang pencuri”. ( HR. Adailami )
Salah satu ciri ulama yang berkepribadian adalah bahwa mereka senantiasa berada dalam kehidupan masyarakat luas tanpa memandang masyarakat miskin, kaya, beradab, serta di semua tingkatan masyarakat. Hal ini terkait dengan peran seorang ulama sebagai panutan dari semua kalangan masyarakat.
Apabila seorang ulama tidak mampu menempatkan dirinya dalam masyarakat maka dapat dipastikan bahwa yang bersangkutan tidak mempunyai kepribadian dan suri tauladan.
Dari kehidupan sehari- hari di masyarakat dan bangsa ini bahwa ada sebagian ulama yang memanfaatkan kedekatannya dengan seorang penguasa yakni untuk mendapatkan keuntungan- keuntungan yang bersifat individual. Nabi Muhammad mengatakan hal ini bahwa seorang ulama yang bergaul erat denganseorang penguasa maka ia adalah seorang pencuri.