Minggu, 18 Januari 2009

Hutang

Hal Berhutang
Berhati- hatilah dalam berhutang, sesungguhnya berhutang itu suatu kesedihan pada malam hari dan kerendahan diri (kehinaan) di siang hari. (HR. Al-Baihaqi)


Kajian :
Hutang merupakan satu bentuk transaksi yang sering dijumpai dimasyarakat. Hutang mempunyai cakupan antara lain :
1. Hutang Harta benda
2. Hutang Budi
3. Hutang alat pembayaran/ uang
4. dll.

Banyak hal yang mendasari seseorang untuk melakukan transaksi hutang diantaranya adalah :
1. Karena kebutuhan ekonomi.
2. Karena tuntutan pemenuhan kebutuhan sekunder.
3. Karena pemenuhan gaya hidup.
4. Karena tuntutan bisnis.
5. dan lain-lain.

cerita 1:
sebuah keluarga dengan kehidupan ekonomi yang pas-pasan, dimana penghasilan suami hanya cukup untuk makan keluarga sehari-hari saja. disuatu ketika disaat tetangganya membeli sepeda motor, keluarga tersebut ternyata juga berkeinginan untuk membeli sepeda motor juga. Alhasil keluarga tersebut dengan terpaksa berhutang uang kepada pihak lain. sebenarnya mereka tidak mengukur kemampuan dirinya sendiri, sehingga dengan hutang itu pada akhirnya justru membebani kehidupan ekonominya.

cerita 2:
Seorang pengusaha kecil, menjalankan bisnis kecil-kecilan. dengan bekal ketekunan,ketelatenan,dan ibadahnya, usaha yang dijalankan menjadi berhasil,perjalanan bisnisnya lancar, dengan omzet yang mencukupi dan baik. disuatu ketika sang pengusaha tersebut berkeinginan untuk memperbesar usahanya dengan cara berhutang. alhasil didapatkannya keinginan hutang tersebut. pengusaha tersebut sebelum berhutang terlebih dahulu memikirkan dengan seksama apakah layak untuk berhutang ataukah tidak. dengan bekal ketekunan ,ketelatenan dan ibadahnya akhirnya hutang itu justru memberikan berkah, usahanya semakin besar, lancar, dan omset yang semakin meningkat.

Kedua cerita diatas menggambarkan suatu keadaan yang berbeda, dimana dalam cerita 1 berhutang hanya didasari atas rasa cemburu/iri terhadap kepemilikan orang lain, tetapi pada cerita 2 berhutang didasari atas peluang usaha yang memang sukses.

pada cerita 1 pada akhirnya hutang hanyalah menimbulkan suatu kesedihan pada malam hari dan kerendahan diri (kehinaan).

pada cerita 2 pada akhirnya hutang mampu memberikan berkah kepada pelakunya.

oleh sebab itu perlu kita pelajari dengan seksama bahwa kita sebenarnya telah diperingatkan untuk selalu berhati- hati dengan yang namanya hutang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar